google


Powered By Blogger

Rio Ferdinand: Harusnya Pinalti!


LONDON - Pertandingan semifinal FA Cup antara Manchester United dan Everton sudah berakhir. Namun serangan terhadap kebijakan wasit Mike Riley terus mengalir. Riley dinilai mengubur peluang emas yaitu berupa hadiah penalti.

Kapten The Red Devils Rio Ferdinand menyatakan timnya seharusnya memperoleh beberapa hadih penalti. Pelanggaran yang idealnya menjadi penalti terjadi ketika gelandang United Danny Welbeck diganjal bek Everton Phil Jagielka di wilayah terlarang. Riley melihat bukan pelanggaran.

"Saya tidak tahu mengapa wasit tidak memberikan kami penalti. Tapi kejadiannya sudah berlalu. Kami tidak memperoleh beberapa hadiah penalti hari ini," kata Ferdinand seperti disitat reuters.

"Wasit enggan memberikan mereka kepada kami. Kami tidak akan berbicara banyak tentang hal ini karena pada akhirnya, kami tidak cukup baik dalam drama tendangan penalti," kilahnya.

Kekalahan ini sekaligus mempuskan impian United menyandingkan empat gelar musim ini. Target terdekat United adalah mempertahankan gelar Premier League dan Liga Champions. United masih memimpin klasemen semantara Premier League dan menanti pertarungan melawan Arsenal di Liga Champions.
(fmh)

Read More(Baca Selengkapnya)......

Piala FA: Everton Hancurkan Impian Quintuple MU


Berita Bola: London - Everton menjadi pengganjal ambisi Manchester United meraih lima gelar dalam semusim. The Toffees menyingkirkan The Red Devils di semifinal Piala FA untuk kemudian bertemu Chelsea di babak final.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley, Minggu (19/4/2009) malam WIB, MU turun berlaga dengan mayoritas pemain muda. Sementara Everton, tampil dengan kekuatan penuh.


Keputusan tersebut tampaknya harus dibayar mahal lantaran penampilan 'Setan Merah' relatif kurang menggigit kendati sempat menciptakan beberapa peluang. Sebaliknya, Everton tampil penuh percaya diri sejak babak pertama.

Hasilnya, laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti setelah tak ada gol selama 120 menit. Di sinilah Everton akhirnya ditahbiskan sebagai pemenang. Kiper Tim Howard sukses memblok dua tendangan, yakni dari Dimitar Berbatov dan Rio Ferdinand, sebelum akhirnya penendang terakhir, Phil Jagielka, mengantarkan 'Merseyside Biru' ke final.

Bagi MU, ini adalah akhir dari ambisi mereka untuk mengumpulkan lima gelar dalam semusim. Sementara bagi Everton, ini merupakan final Piala FA pertama mereka sejak terakhir kali melangkah ke sana tahun 1995.

Di partai puncak, tim arahan David Moyes itu akan berhadapan dengan Chelsea yang sehari sebelumnya menang 2-1 atas Arsenal.

Jalannya pertandingan

Everton langsung menekan pertahanan MU selepas peluit penanda kick off dibunyikan. Berawal dari umpan jauh dari wilayah sendiri, bola kemudian diterima oleh Leon Osman yang berada di luar kotak penalti MU. Ia kemudian melepaskan tembakana, tetapi masih melambung di atas mistar gawang.

MU membalas pada menit keempat lewat Federico Macheda. Usai menerima bola dengan kepalanya, penyerang muda asal Italia ini kemudian menembakkan bola dengan kaki kanannya dari luar kotak penalti. Hasilnya? Bola melebar dan hanya menghasilkan tendangan gawang untuk Everton.

Pada menit kesepuluh, Phil Neville lepas dari pengawalan Fabio da Silva. Kapten The Toffees ini menerima sebuah umpan terobosan dan melepaskan sebuah tendangan dengan kaki kanannya. Sial baginya, bola melebar jauh dari sasaran.

Dua menit berselang, kombinasi permainan antara Macheda dan Danny Welbeck berhasil menusuk pertahanan Everton. Bola kemudian dioper kepada Carlos Tevez. Tetapi peluang ini berakhir dengan sepakan kaki kanan Tevez melebar di sisi gawang Tim Howard.

Welbeck mendapatkan kesempatan untuk membobol gawang Everton pada menit 22. Menyambut umoan crossing Rafael, penyerang bernomor 19 ini langsung menyambarnya dengan sebuah tendangan kaki kanan. Namun bola membentur pemain Everton dan akhirnya hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Lima menit menjelang babak pertama usai, Welbeck sekali lagi mendapatkan peluang emas. Usai mendapatkan umpan terobosan dari Macheda, pemain berusia 18 tahun ini menggiring bola sejenak sebelum melepaskan tendangan kaki kiri. Sial baginya, sepakannya masih melenceng di sisi gawang Everton.

Tim Cahill mencoba peruntungannya pada menit 53. Gelandang asal Australia ini melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti dengan kaki kanannya. Namun Ben Foster dengan sigap berhasil menepis tembakannya itu.

Park Ji Sung nyaris membuat gawang Everton kebobolan pada menit 62. Usai menerima operan dari Anderson, gelandang internasional Korea Selatan ini menggiring bola memasuki kotak penalti. Ia kemudian melepaskan tembakan dengan kaki kiri, tetapi bola melenceng tipis di sisi gawang.

Empat menit kemudian gantian Darron Gibson yang mengancam gawang Everton. Tetapi tendangan keras gelandang 21 tahun ini dari luar kotak penalti berhasil ditepis Howard. Gol gagal tercipta, hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada menit 82, Welbeck melakukan tusukan ke jantung pertahanan Everton. Setelah mendapatkan ruang tembak yang cukup, ia langsung melepaskan tendangan melengkung. Namun, sial baginya, bola malah melebar di sisi gawang Howard. Kedudukan tetap 0-0.

Hingga menit 90 tak ada gol yang tercipta dan pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Everton memperoleh peluang pertama mereka di babak extra time melalui Cahill. Dari dalam kotak penalti, jendral lapangan tengah Everton ini melepaskan sebuah tendangan keras. Sial baginya, Foster masih bisa memblok tendangannya dengan kaki.

Di penghujung babak pertama extra time, Tevez melepaskan tembakan melengkung ke arah gawang Everton. Namun usaha striker asal Argentina ini masih belum mampu menembus jala The Toffees karena Howard dengan sigap berhasil menangkapnya.

Menjelang akhir babak kedua, Ben Foster melakukan blunder ketika tendangannya membentur badang James Vaughan. Beruntung baginya, bola tak mengarah ke gawangnya sendiri, melainkan ke arah luar kotak penalti.

Hingga akhir babak kedua extra time tak ada gol tercipta dan laga dilanjutkan ke babak adu pernalti.

Di babak ini dua penendang MU, Dimitar Berbatov dan Rio Ferdinand gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Sementara di kubu Everton hanya Tim Cahill yang gagal. Phil Jagielka akhirnya menjadi penentu kemenangan Everton setelah sepakannya berhasil merobek jala Ben Foster.

Susunan pemain:

Manchester United: Ben Foster, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Rafael da Silva, Fabio da Silva (Patrice Evra 65), Darron Gibson, Anderson, Danny Welbeck, Park Ji Sung (Paul Scholes 66), Carlos Tevez, Federico Macheda (Dimitar Berbatov 91).

Everton: Tim Howard, Tonny Hibbert, Phil Jagielka, Joleon Lescott, Leighton Baines, Phil Neville, Leon Osman, Marouane Fellaini (James Vaughan 102), Steven Pienaar, Tim Cahill, Louis Saha (Jack Rodwell 69).
(dtc/roz/a2s)

Read More(Baca Selengkapnya)......

Lawatan MU Ke Indonesia Lebih Awal





Berita Bola: Jakarta - Kedatangan Manchester United ke Jakarta lebih cepat dari jadwal sebelumnya. 'Setan Merah' dikabarkan akan tiba di Jakarta pada tanggal 18 Juli 2009.

Alhasil pertandingan persahabatan MU di Jakarta pun mengalami kemajuan jadwal. Jika sebelumnya mereka dijadawalkan akan bertanding pada 24 Juli, kini jadwalnya berubah menjadi pada tanggal 20 Juli.


"Pernmintaan dari MU pertandingan akan dimajukan tangal 20 Juli 2009. Perubhan ini merupakan pertama ini merupakan permintaan dari mereka dan kami hanya menjalankan saja," ujar Koordinator Komersial Organizing Committee asal Indonesia, Herman Ago.

Herman juga memberitahukan bahwa The Red Devils juga tak jadi melawan timnas Indonesia. Sebagai gantinya, mereka akan ditandingkan dengan ISL Selection yang pemain-pemainnya bakal dipilih berdasarkan polling lewat SMS.

Polling SMS tersebut akan dilakukan sampai tanggal 10 Juli 2009. Sementara siapa pelatih yang akan memimpin ISL Selection, Herman menyerahkannya kepada PSSI.

"Pelatih akan kami serahkan pada PSSI. Polling ini hanya untuk komposisi pemain." (dtc/
roz/arp)

Read More(Baca Selengkapnya)......

MU Klub Terkaya, Ungguli Real Madrid


Dunia sedang terbelit oleh krisis ekonomi. Tapi yang namanya industri sepakbola terus menggelinding tak terhenti. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, majalah Forbes mengeluarkan daftar klub-klub terkaya di dunia. Dari daftar keluaran majalah yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) itu, terlihat begitu dominannya Inggris.


Manchester United berhasil mempertahankan predikat klub paling tajir sejagat. Juara Piala Dunia Antarklub itu mengungguli saingan terberatnya, klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Tidak hanya itu, industri sepakbola di Inggris semakin menasbihkan diri paling gemerlap dengan sembilan klubnya dalam daftar 25 klub terkaya.

The Red Devils diperkirakan Forbes memiliki aset kekayaan sebesar 1,42 miliar euro atau Rp 21,4 triliun (kurs 1 euro = 15.100 rupiah). MU berada di atas Los Merengues yang memiliki kekayaan mencapai 1,03 euro (Rp 15,5 triliun). Yang cukup mengejutkan yakni keberadaan Arsenal.

The Gunners terus menanjak setelah pindah markas ke Emirates Stadium, dan sekarang menempati posisi ketiga. Sementara raksasa Katalan, Barcelona ‘hanya’ menempati posisi ketujuh walau dalam laporan keuangannya melaporkan kenaikan 22 persen dari total pemasukan musim panas tahun lalu.

Madrid dan Barca merupakan dua klub Spanyol yang menghuni daftar. Sedangkan kekuatan ekonomi klub asal Inggris ditunjukkan dengan keberadaan Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, Newcastle United, Aston Villa dan Everton yang mengekor di belakang MU dan Arsenal.

Tottenham tak kalah mengejutkan. Mereka berada di urutan ke-11, di atas AS Roma, Inter Milan dan Olympique Lyonnais, tiga klub langganan Liga Champions. Padahal kalau dihitung-hitung prestasi Tottenham dalam satu dekade hanya merengkuh dua gelar Piala Liga, tanpa berlaga di Liga Champions yang merupakan mesin pemasukan signifikan klub.

Italia yang di era 1990an begitu digdaya diwakili empat klub: AC Milan, Juventus, Roma dan Inter. Bundesliga lebih sehat dibanding Serie A Italia karena menempatkan lima klubnya. Prancis, selain Lyon juga diwakili Olympique Marseille. Sedangkan dari tanah Skotlandia terdapat Old Firms, musuh bebuyutan, Celtic dan Rangers.

Berikut 25 klub terkaya versi majalah Forbes: *(dalam juta euro)
1. Manchester United (1.423)
2. Real Madrid (1.030)
3. Arsenal (913)
4. Bayern Muenchen (845)
5. Liverpool (768)
6. AC Milan (753)
7. Barcelona (730)
8. Chelsea (609)
9. Juventus (457)
10. Schalke 04 (388)
11. Tottenham Hotspur (339)
12. Olympique Lyonnais (322)
13. AS Roma (290)
14. Inter Milan (281)
15. Hamburg SV (251)
16. Borussia Dortmund (247)
17. Manchester City (236)
18. Werder Bremen (222)
19. Newcastle United (217)
20. VfL Stuttgart (201)
21. Aston Villa (183)
21. Olympique Marseille (183)
23. Celtic (166)
24. Everton (158)
25. Rangers (148)

Read More(Baca Selengkapnya)......

Patahkan Kutukan, The Reds Devils Melenggang Ke Semi Final


MANCHESTER - Manchester United akhirnya mampu mengubur kenangan buruknya di Estadio do Dragao. United berhasil lolos ke semifinal setelah menundukkan tuan rumah FC Porto 1-0 pada leg kedua babak perempatfinal Liga Champions, dinihari tadi.

Sejak dimulainya pertandingan, United yang tak ingin mengulang tragedi 2003/2004, langsung keluar menyerang untuk mencuri gol. Namun justru Porto yang membuka peluang lebih dulu melalui Hulk pada menit keempat. Sayang, tembakan bomber Brasil itu masih mampu diredam Edwin van der Sar.

United yang bermain efektif akhirnya berhasil mencuri gol, pada menit ke-6 melaui bintang andalannya Cristiano Ronaldo. Menerima umpan pendek dari Anderson di lini tengah, CR-7 menggiringnya sedikit ke depan untuk kemudian melepaskan tendangan canon ball yang bersarang di pojok gawang Helton. 1-0 United memimpin.

Tertinggal satu gol, Porto coba mengambil alih serangan dan memainkan tempo permainan. Namun nahas, klub jawara Portugal itu harus kehilangan salah satu pilarnya Lucho Gonzalez yang mengalami masalah pada kakinya akibat salah mendarat dan harus menerima perawatan disisi lapangan sebelum akhirnya digantikan Mariano Gonzalez pada menit ke-31.

Peluang bagus Porto baru tercipta pada menit ke-21 dan 25, melalui Bruno Alves dan Lisandro Lopes. Sayangnya, kedua pemain tersebut gagal mengkonversi peluang tersebut menjadi gol karena tembakannya masih belum menemui sasaran.

Setan Merah hampir saja mengubah kedudukan menjadi 2-0 lewat Ryan Giggs pada menit ke-30. Namun, tendangan first time kaki kiri Giggs setelah menerima umpan lambung Wayne Rooney masih mampu diblok Helton. Di penghujung babak pertama, Nemanja Vidic dan Dimitar Berbatov juga memiliki peluang emas yang sayangnya gagal berbuah gol. Alhasil, paruh pertama ditutup dengan kemenangan tipis 1-0 untuk United.

Memasuki babak kedua, United langsung menebar ancaman melalui tendangan Berba dari dalam kotak penalti. Sayang, Helton tampil sigap dan cekatan mengamankan bola yang sebelumnya sempat terlepas dari tangkapannya.

Tak lama berselang, giliran Raul Meireles yang membuat jantung pendukung United berdegup kencang. Namun lagi-lagi, tendangan spekulasi Meireles dari jarak jauh masih tipis di sisi mistar gawang van der Sar. Pada menit ke-59 Porto mendapatkan hadiah tendangan bebas akibat benturan yang mengakibatkan wajah Patrice Evra berdarah.

Beruntung, tendangan bebas kaki kiri Hulk dari jarak cukup dekat masih tepat mengarah ke tengah gawang, sehingga van der Sar tak perlu bekerja keras untuk mengamankan bola. Penguasaan bola pada paruh kedua ini memang banyak dikuasai anak-anak Porto.

Ini terbukti lewat beberapa peluang yang diperoleh beberapa pemain seperti Alves, Hulk dan Ernesto Antonio Farias. Sayang, ketidaktenangan para pemain tersebut dalam memaksimalkan peluang membuat gawang van der Sar tetap perawan.

Di sisa 10 menit pertandingan, United yang terus dikurung memiliki peluang melalui Rooney, memanfaatkan serangan balik cepat. Namun, tendangan keras bomber timnas Inggris itu masih melambung di atas mistar gawang Helton.

Pada masa injury time, Ronaldo memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan timnya. Namun, sayang tendangan datar pemain terbaik dunia itu masih mampu ditepis Helton. Hingga pertandingan usai skor 1-0 untuk United tetap bertahan.

Dengan hasil ini, maka United berhasil memecah kenangan buruk di Estadio do Dragao dan melenggang ke semifinal menantang Arsenal yang pada waktu bersamaan sukses mencukur Villarreal 3-0.

Susunan Pemain:
FC Porto: Helton, B. Alves, C. Sapunaru/T. Costa, A. Cissokho, Rolando, Lucho Gonzalez/M. Gonzalez, R. Meireles, Cristian Rodriguez/E. Farias, Fernando, Lisandro Lopez, Hulk.

Manchester United: E. van der Sar, R. Ferdinand, N. Vidic, P. Evra, J. O'Shea, M. Carrick, R. Giggs, Anderson/P. Scholes, W. Rooney, Cristiano Ronaldo, D. Berbatov/Nani

Read More(Baca Selengkapnya)......

Federico Macheda, Sang Idola Baru Old Trafford


Lupakan dulu nama Wayne Rooney atau Dimitar Barbatov. Publik Old Trafford kini mempunyai idola baru, Federico “Kiko” Macheda. Gol pemain yang baru berusia 17 tahun itu pada menit 90, memastikan kemenangan Manchester United atas Aston Villa, 3-2, menjadi buah bibir di kota Manchester.



Penampilan gemilang Macheda mendapat banyak pujian dari banyak pihak. Pujian atas debut pemain berkewarganegaraan Italia itu datang dari pemain senior MU, Gary Neville. “Saya hanya bisa berterima kasih pada dia. Kualitas yang dia berikan hingga akhir pertandingan sungguh tidak dapat dipercaya” ungkap bek kanan MU itu pada Sky Sports News.

“Sebelum hari ini kita tidak mengetahui banyak tentang dia, tapi dia adalah seorang penyerang hebat dan anda akan selalu membutuhkan bola untuk memberikan kepada dia didalam kotak penalti”, tambah Neville.



Sebagai pemain muda di skuad The Red Devils, nama Macheda memang jarang muncul. Kalah dibandingkan dengan nama –nama seperti, bek Rafael da Silva, gelandang Rodrigo Possebon atau kiper Ben Amos. Namun di level junior, pemain yang mengawali karirnya bersama klub Lazio itu dikenal sebagai striker mematikan di dalam kotak penalti lawan.



Buktinya, pemain yang bergabung dengan MU sejak September 2007 itu, langsung menjadi topskor U-18 The Red Devils pada musim 2008, dengan torehan 12 gol dalam 21 penampilannya. Sebuah debut yang bagus bagi seorang pemain Italia di tanah Inggris, mengingat perbedaan kultur permainan dua negara.



Debutnya bersama tim senior MU, Minggu (5/4), tidak akan dilupakan oleh pemain kelahiran 22 August 1991 itu.. “Saya pikir ini adalah hari yang saya impikan. Apa yang saya impikan? mengawali debut dan mencetak gol seperti itu. Saya sungguh menikmatinya”, tutur Macheda.



Ketika posisi MU tertinggal 1-2 atas Villa, Sir Alex Ferguson memutuskan mengganti Nani dengan Macheda. Pelatih asal Skotlandia itu tidak ingin memberikan beban berlebih kepada Macheda dalam debutnya di Premier League.



“Bermain santai seperti yang kamu tahu, hanya bermain” ungkap Fergie kepada Macheda. Hasilnya, pemain bernomor punggung 41 itu tampil lepas dan membayar penuh kepercayaan sang pelatih.

Read More(Baca Selengkapnya)......

Ketika Fergie Marahi Komentator


Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson tiba-tiba mengeluarkan pernyataan keras kepada seorang komentator sepakbola BBC. Apa sebabnya?



Fergie, panggilan akrab Ferguson memang layak marah kepada Mark Lawrenson, komentator itu yang juga mantan bek Liverpool. Penyebabnya karena sang komentator menuduh Fergie terlibat perselisihan dengan pemainnya Wayne Rooney.



“Semua orang tahu Rooney punya perselisihan keras dengan Ferguson setelah laga lawan Liverpool,” kata Lawrenson.



Pada laga tersebut, MU ditaklukkan oleh Liverpool 1-4. Laga itu membuat persaingan Premier League makin ketat hingga saat ini.



Terhadap tuduhan itu, Fergie pun mengamuk. “Sebuah pernyataan yang benar-benar salah. Saya tidak tahu darimana pernyataan itu datang. Tetapi mengungkapkan hal ini dengan pernyataan semua orang tahu. Padahal saya sendiri yang ada di situ tidak tahu. Ini orang yang sedang mencari popularitas. Tetapi siapa akan peduli,” tegas Fergie.



Saat ini MU mengungguli Liverpool satu poin setelah mengalahkan Aston Villa 3-2. Setelah itu. MU akan menantang Porto pada perempat final Liga Champions.



Di dalam kamar ganti MU pun sempat muncul spekulasi tentang Cristiano Ronaldo. Pemain asal Portugal itu disebut-sebut sepakat dengan nilai transfer 75 juta pounds untuk pindah ke Real Madrid. Kontrak Ronaldo berakhir 2012. Akhir musim ini menjadi saat krusial bagi MU agar tidak kehilangan Ronaldo dengan nilai hanya 12 juta pounds pada 2010 ketika dia bisa membeli klausul kontraknya.



Read More(Baca Selengkapnya)......

Template by:
Free Blog Templates