Liputan6.com, Polewali Mandar: Murni, orang tua Sinar yang lumpuh, tak kuasa menahan kegembiraan. Suka cita dirasakan setelah Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, membawa ibu enam anak itu ke Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, Jumat (8/1) siang. Kelumpuhan yang diderita Murni selama dua tahun diyakini bisa disembuhkan. Alasannya, saraf-sarafnya masih aktif.
Karena itu secara medis diharapkan Murni sembuh setelah dirawat dokter ahli saraf. Ibunda Sinar mendapat perawatan intensif di ruang Very Important Person (VIP). Seluruh biaya pengobatan Murni, termasuk anak-anaknya akan ditanggung rumah sakit dan Pemkab Polewali Mandar.
Kenyataan ini turut membahagiakan Sinar bersama kakak dan adiknya. Dan yang lebih membuat Murni senang yakni perihal kemunculan Mirnawati, putri sulungnya. Mirnawati sempat dikabarkan terjerat sindikat perdagangan wanita. Sayang kegembiraan Murni tak diketahui Unding, suaminya. Sejak Murni lumpuh akibat terjatuh dari lantai rumah, Unding tak jelas rimbanya.
Agar pengobatan Murni berjalan maksimal, anak-anaknya, termasuk Sinar dan dua kakaknya, akan dipindahkan sekolah terdekat di sekitar rumah sakit. Direktur RSUD Polewali Mandar Nurwan Katta berharap, Sinar dan Murni betah tinggal di rumah sakit.
Penderitaan Murni dan pengabdian mulia Sinar terhadap ibunya mengundang keprihatinan banyak kalangan. Sejumlah dermawan memberikan berbagai bantuan seperti pakaian, beras, uang hingga kasur untuk tidur. Grup Band ST12 sampai membuat lagu bagi Sinar terinspirasi dari kehidupan siswi Sekolah Dasar Tondo Pata itu
My Logo
Distance.mp3
Blog-ROLL
Ibunda Sinar Diyakini Sembuh
2012 (film)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 2012
Poster teater
Sutradara Roland Emmerich
Produser Roland Emmerich
Mark Gordon
Harald Kloser
Larry J. Franco
Ute Emmerich
Penulis Harald Kloser
Roland Emmerich
Pemeran John Cusack
Chiwetel Ejiofor
Amanda Peet
Thandie Newton
Oliver Platt
bersama Danny Glover
dan Woody Harrelson
Musik oleh Harald Kloser
Thomas Wander
James Seymour Brett (musik tambahan)
Sinematografi Dean Semler
Penyunting David Brenner
Peter S. Elliott
Studio Centropolis Entertainment
The Mark Gordon Company
Distributor Columbia Pictures
Tanggal rilis 11 November 2009[1][2] (premiere)
13 November 2009[1] (Kanada & AS)
21 November 2009[1] (Jepang)
Durasi 158 menit
Negara Amerika Serikat
Bahasa Inggris
Anggaran $260 juta[3]
2012 adalah sebuah film bencana tahun 2009 yang disutradarai Roland Emmerich. Film ini memiliki ensemble cast, termasuk John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Thandie Newton, Oliver Platt, Chiwetel Ejiofor, dan Woody Harrelson. Film ini akan didistribusikan oleh Columbia Pictures. Syuting dimulai bulan Agustus 2008 di Vancouver.Daftar isi
1 Alur
2 Produksi
3 Pemeran
4 Musik
5 Pemasaran
6 Rilis
7 Penerimaan
8 Kemunculan televisi
9 Lihat pula
10 Catatan kaki
11 Pranala luar
Alur
Film ini terinspirasi oleh
ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).
Jackson Curtis (John Cusack) adalah seorang ayah yang telah bercerai yang bekerja sampingan sebagai supir limousin dan penulis, sementara bekas istrinya (Amanda Peet) dan anak-anaknya tinggal bersama dengan pacar barunya, Gordon (Thomas McCarthy).
Di kota Tikal suku Maya di Guatemala, korban bunuh diri massal tampaknya mempercayai kalender Maya, yang meramalkan akhir dunia yang bersamaan dengan Kesejajaran Galaktik, yang terjadi pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari musim dingin di belahan Bumi utara. IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia, menyadari situasi ini dan mulai membangun bahtera besar di bawah Pegunungan Himalaya yang dirancang untuk menghadapi banyak bencana alam untuk menyelamatkan manusia, spesies tertentu, dan harta manusia yang paling berharga ketika kiamat akhirnya terjadi. Ada perdebatan tentang bagaimana dan kapan pemerintah dunia akan memberitahu warga mereka, dan cara memilih orang-orang yang akan diselamatkan dari kiamat ini. Sementara itu, ketika sedang dalam perjalanan siang menuju Yellowstone dengan dua anaknya, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), yang membawakan acara radionya sendiri tentang prediksi suku Maya terhadap 21 Desember 2012.
Retakan besar terbentuk di Patahan San Andreas, California, dan meskipun pemerintah meyakinkan segalanya aman, Jackson tidak yakin. Menyewa pesawat pribadi dan memperoleh barang-barang darurat, ia pergi ke rumah Kate di L.A. untuk menyelamatkan keluarganya dan Gordon dari gempa bumi karena perpindahan kulit Bumi. Jackson dengan cepat mengumpulkan keluarganya, dan setelah perjalanan yang panjang dan berbahaya dengan jalan-jalan yang runtuh menuju Bandar Udara Santa Monica, pacar baru Amanda, Gordon menggunakan kemampuan terbangnya untuk menyelamatkan keluarga ini. Deluruh kota Los Angeles yang runtuh mulai tenggelam ke Samudera Pasifik. Ketika pesawat semakin kekurangan bahan bakar, kelompok ini melihat kemungkinan mendarat di Wyoming. Jackson memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Charlie. Menentang keinginan Kate, Jackson dan Lily pergi mencari Charlie, meskipun menemukan vannya kosong. Melalui radio, Charlie memberitahukan pendengarnya bahwa ia telah pergi ke pegunungan untuk menyaksikan kiamat. Jackson mengambil van tersebut untuk menyelamatkan Charlie, tapi Charlie menolak pergi. Ketika Jackson dan Lily melarikan diri dari gunung api yang meletus, Charlie menyebutkan sebuah peta di van yang akan memperlihatkan rute lari. Jackson dan Lily pergi kembali ke pesawat melewati hujan batu lava. Setelah tiba, Lily lari ke pesawat, tapi Jackson tetap di van untuk mencari peta tersebut, dan itu terlalu lama. Ketika tanah terbuka, van itu jatuh ke sebuah celah. Keluarga Jackson ketakutan, tapi harus pergi. Jackson memegang pinggiran, dan berlari ke pesawat ketika tanah di belakangnya terus runtuh. Ia cukup cepat memasuki pesawat.
Semakin jelas bahwa tidak hanya California yang mengalami bencana: Gunung Api Super Yellowstone meletus; gempa besar terjadi di Amerika Selatan; Washington, D.C. dibanjiri oleh tsunami dan USS John F. Kennedy menghancurkan Gedung Putih; dan St. Peter's Basilica di Roma runtuh, menewaskan ribuan orang. Tsunami lain menghantam New York City, menenggelamkan Patung Liberty. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan akhir dunia. Jackson dan keluarganya harus mencari jalan ke Cina untuk menaiki kapal besar, karena pesawat kecil mereka tak mampu melakukan perjalanan ini. Ketika mereka mencari pesawat baru, semuanya dipenuhi penumpang. Tetapi, Gordon bergantung pada salah satu klien lamanya, Tamara (Beatrice Rosen). Ia bersama dengan milyuner Rusia, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Keluarga ini mengetahui bahwa Yuri telah membawa pesawat untuk kabur ke Cina. Jackson meminta untuk memperbolehkan keluarganya, tapi Yuri menolak. Tetapi, pilotnya, Sasha (Johann Urb) memberitahu bahwa ia membutuhkan seorang kopilotdan Jackson mengatakan Gordon adalah pilot terlatih. Sehingga, kelompok ini akhirnya menaiki pesawat tersebut sementara bandara hancur oleh gempa bumi.
Ketika mereka ada di udara, Sasha sadar bahwa pesawat ini tidak memiliki bahan bakar cukup untuk terbang ke Cina. Ia memberitahu Gordon, dan mereka setuju untuk mendarat di air. Sasha kemudian mengetahui bahwa mereka tidak lagi di atas lautan: kulit Bumi telah berpindah ribuan mil dan mereka mengarah ke Pegunungan Himalaya. Mengetahui resiko mendaratkan pesawat di atas salju, Sasha mengatakan pada penumpang untuk pergi ke penyimpanan kargo dan banyak mobil disimpan di sana, sementara ia dan Gordon mempertahankan kontrol dan membuka pintu kargo dari kokpit. Rencana mereka ialah mengeluarkan mobil tersebut dari penyimpanan kargo. Gordon harus meninggalkan Sasha dan berlari ke mobil tepat waktunya. Sasha mendaratkan pesawat di sebuah jurang, yang kemudian runtuh. Anggota kelompok lainnya mendarat selamat. Tamara menangis dan meminta agar mereka kembali untuk mencari Sasha. Sebelum mereka bertindak, helikopter Cina yang mengangkut hewan besar terbang di atas mereka. Satu helikopter mendarat, meskipun kelompok ini tahu bahwa mereka harus bayar untuk menaikinya. Yuri membayar untuk dirinya dan putranya, tapi menolak membayar untuk orang lain. Sebelum masuk helikopter, ia berkata pada Tamara bahwa ia tahu hubungannya dengan Sasha.
Kelompok ini tak memiliki pilihan kecuali jalan melintasi pegunungan untuk mencari kelompok lain. Sebuah mobil lewat, Jackson melempar batu ke arahnya. Mobil berbalik dan penumpang membolehkan mereka naik. Di dalamnya terdapat seorang biarawan Buddha, Nima (Osric Chau), dan neneknya (Lisa Lu). Mereka pergi untuk bertemu dengan saudara Nima, Tenzin (Chin Han), yang punya rencana untuk menyelinap ke kapal besar itu.
Setelah tiba, Tenzin marah. Ia mengatakan pada Nima bahwa rencananya tidak dapat melibatkan banyak orang, dan orang lain tidak bisa diikutkan bergabung. Jackson dan Kate memaksa pada Tenzin bahwa mereka membawa anak-anak. Setelah perdebatan panjang, Tenzin membolehkan seluruh kelompok bergabung.
Jackson dan keluarganya berusaha menyelinap ke kapal itu dengan bantuan Tenzin. Carl Anheuser (Oliver Platt), Kepala Staf Presiden kemudian memerintahkan agar gerbang kapal ditutup, sementara suplai belum cukup. Ketika gerbang ditutup, kaki Tenzin hancur dan Gordon tewas. Dr.Adrian Helmsley,penasihat ilmiah Presiden (Chiwetel Ejiofor), kaget dan memutuskan gerbang dibuka untuk korban selamat yang tersisa. Roda sebuah gerbang di kapal tersebut macet dan tak mau menutup, sehingga gerbang setengah terbuka. Mesin kapal tak bisa dinyalakan kecuali gerbang ditutup. Ketika tsunami menghantam kapal, sebuah struktur penopang utama patah, dan kapal mengapung menuju Gunung Everest. Jackson dan Noah berusaha memperbaiki roda kapal dan gerbang pun tertutup. Mesin dinyalakan kembali untuk menghindari tabrakan dengan gunung. Kapal menabrak Gunung Everest, tapi mengalami sedikit kerusakan. Ketika banjir menyurut, kapten kapal memutuskan Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan sebagai tanah baru yang cocok bagi korban selamat.
Produksi
Sutradara Roland Emmerich dan komposer-produser Harald Kloser menulis naskah spekulatif berjudul 2012, yang dipasarkan ke studio-studio besar bulan Februari 2008. Hampir semua studio bertemu dengan Emmerich dan perwakilannya untuk mendengar perkiraan biaya sutradara dan alur ceritanya, sebuah proses yang pernah dijalani sutradara itu melalui film Independence Day (1996) dan The Day After Tomorrow (2004).[4] Film ini menganggarkan biaya $260 juta.[3] Pada bulan itu, Sony Pictures Entertainment memenangkan hak untuk naskah spekulatif itu, berencana mendistribusikannya di bawah Columbia Pictures.[5] Studio ini berencana membuat film ini kurang dari biaya perkiraan.[6]
Pemfilman dijadwalkan dimulai di Los Angeles, California, bulan Juli 2008,[7] tapi kemudian pindah ke Vancouver bulan Agustus 2008 dan selesai Januari 2009.[8] Karena pemogokan Screen Actors Guild 2008, pembuat film membuat rencana cadangan untuk meneruskan film ini.[9] Uncharted Territory, Digital Domain, Double Negative, Scanline, Sony Pictures Imageworks dan lainnya diiikutkan untuk membuat efek visual untuk 2012.[10] Thomas Wander membuat musik bersama Harald Kloser.
Meskipun film ini memperlihatkan kehancuran sejumlah bangunan budaya dan bersejarah terkenal di seluruh dunia, Emmerich mengatakan bahwa Kabah juga dipertimbangkan untuk dihancurkan. Kloser tidak ingin memasukkan Makkah, dengan alasan ia tak ingin sebuah fatwā dikeluarkan untuknya.[11]
Pemeran
John Cusack sebagai Jackson Curtis, penulis buku fiksi ilmiah yang bekerja sampingan sebagai supir limousine.[12]
Amanda Peet sebagai Kate, bekas istri Jackson.[13]
Liam James sebagai Noah Curtis, putra Jackson dan Kate.
Morgan Lily sebagai Lilly Curtis, putri Jackson dan Kate.[14]
Thomas McCarthy sebagai Gordon, pacar Kate saat ini dan seorang dokter bedah plastik.[15]
Danny Glover sebagai Thomas Wilson, Presiden Amerika Serikat ke-45[6]
Thandie Newton sebagai Laura Wilson, putri Presiden.[6]
Chiwetel Ejiofor sebagai Adrian Helmsley, penasehat ilmiah Presiden.[16]
Oliver Platt sebagai Carl Anheuser, Kepala Staf.[6]
Woody Harrelson sebagai Charlie Frost,[17] seseorang yang memprediksikan akhir dunia dan dianggap gila oleh orang lain. Alex Jones mengklaim Harrelson berkata padanya bahwa karakter Frost didasarkan pada dirinya.[rujukan?] Tampaknya karakter Frost didasarkan pada Art Bell. Harrelson membandingkan karakternya pada figur mitologi Yunani, Cassandra, yang prediksinya ditolak.[18]
Ng Chin Han sebagai Lin Pang, seorang pekerja di Tibet.[8]
Zlatko Burić sebagai Yuri Karpov, seorang milyuner Rusia.
Musik
Musik asli untuk film ini digubah oleh Harald Kloser dan Thomas Wander. Penyanyi Adam Lambert dari American Idol menyumbang lagu untuk film ini yang berjudul "Time for Miracles" dan mengekspresikan rasa terima kasihnya untuk kesempatan wawancara dengan MTV.[19] Musik film ini terdiri dari 24 track, yang juga termasuk lagu "Fades Like a Photograph" oleh Filter dan lagu lain berjudul "It's Not The End of The World", dikarang oleh Kloser dan Wander.[20]
Pemasaran
Tanggal 12 November 2008, studio ini merilis trailer teaser pertama untuk 2012 yang memperlihatkan tsunami menerpa Himalaya dan memunculkan pesan ilmiah yang menyatakan bahwa dunia akan berakhir pada 2012, dan bahwa pemerintah dunia tidak mempersiapkan penduduknya untuk peristiwa ini. Trailer berakhir dengan pesan pada pembaca untuk "find out the truth" (cari kebenaran) dengan mencari "2012" menggunakan mesin pencari. The Guardian mengkritik keefektifan pemasaran sebagai "cacat dalam" dan menghubungkannya dengan "situs web yang tidak lagi membuat klaim tentang 2012".[21]
Studio ini juga meluncurkan situs web pemasaran viral yang dioperasikan oleh Institute for Human Continuity yang dibuat-buat, di mana pemburu film bisa mendaftar untuk nomor undian untuk menjadi bagian dari penduduk yang akan diselamatkan dari kehancuran global.[22] David Morrison dari NASA telah menerima lebih dari 1000 pertanyaan dari orang-orang yang mengira situs web tersebut asli dan mengutuknya dan berkata "Aku juga punya kasus remaja menulis padaku dan mengakatan mereka hendak bunuh diri karena mereka tidak ingin melihat dunia berakhir. Kupikir ketika kau berbohong di Internet dan menakut-nakuti anak-anak untuk menghasilkan uang, secara etis itu salah."[23] Situs web pemasaran viral lainnya mempromosikan Farewell Atlantis, sebuah novel fiksi yang dibuat oleh pemain protagonis utama film ini, mengenai kejadian 2012.[24]
Comcast juga telah mengadakan "kampanye tutup jalan" untuk mempromosikan film ini, di mana adegan dua menit dari film ini disiarkan di 450 jaringan televisi komersial Amerika Serikat, stasiun lokal berbahasa Ingris dan Spanyol, dan 89 penyalur televisi kabel dalam siaran 10 menit antara 10:50 malam EDT/PDT dan 11:00 malam EDT/PDT tanggal 1 Oktober 2009.[25] Adegan ini memperlihatkan kehancuran Los Angeles dan berakhir dengan cliffhanger (istilah perfilman), dengan seluruh klip lima menit 28 detik tersedia di situs web Fancast milik Comcast. Surat kabar dagang Variety memperkirakan bahwa, "Siaran ini akan ditayangkan di depan 90% semua rumah yang menonton TV beriklan, atau hampir 110 juta penonton. Bila digabungkan dengan aliran online dan mobile, dapat meningkat lebih dari 140 juta penonton".[25] Sony juga berencana meniru promosi ini di daerah lain.[25]
Rilis
2012 awalnya dijadwalkan dirilis tanggal 10 Juli 2009. Tanggal rilisnya dipindahkan ke 12 November 2009 (13 Nov di AS) untuk keluar dari jadwal musim panas sibuk menjadi bingkai waktu yang studio ini anggap memiliki potensi kesuksesan finansial. Menurut studio, film ini akan selesai untuk tanggal rilis musim panas, tapi perubahan tanggal akan memberikan waktu lebih panjang untuk produksi.[26] Film ini dirilis pada 11 November 2009.[27][2] Dirilis hari Jumat tanggal 13 November 2009 di Kanada dan Amerika Serikat, dan 21 November 2009 di Jepang.[1] Rilis besar dilakukan di India pada 13 November 2009. Di Britania Raya, sejumlah teater, seperti Vue Cinemas Islington, memiliki jadwal pemutaran pada pukul 8:12 malam (20:12) yang bersamaan dengan judul film.[28]
Penerimaan
Film 2012 saat ini memegang nilai 34% di Rotten Tomatoes berdasarkan 5 review, menyebut berbagai kesalahan ilmiah, naskah yang terkesan malas dan ketergantungan besar pada visual CG. Pada bagian 'critics' di atas, nilainya 22%. [29] Sebagai perbandingan, film ini juga memiliki nilai 'campuran' 56 di Metacritic, berdasarkan 7 review.[30]
Roger Ebert sangat antusias terhadap film ini, memberikannya 3.5 dari 4 bintang, mengatakan film ini "memberikan apa yang dijanjikan, sejak tak ada orang yang akan membeli tiket yang mengharapkan sesuatu yang lain, film ini, bagi para penontonnya, adalah salah satu film paling memuaskan tahun ini."
Kemunculan televisi
Berbicara pada Entertainment Weekly, Emmerich membenarkan bahwa serial televisi yang berdasarkan film ini sedang dibuat. Serial ini akan digunakan sebagai sekuel film dan direncanakan bercerita tentang sekumpulan korban selamat di tahun 2013.[31]
Google Maps Banyak Temui Kecaman
London - Bayangkan jika setiap Anda keluar ke jalan, gambar diri Anda akan muncul di internet. Mungkin bagi beberapa orang hal ini tak jadi masalah, namun dalam kenyatannya, banyak orang yang merasa terganggu akan hal ini.
Tak terkecuali di Inggris. Di sana, layanan peta online Google, Google Maps mendapat kecaman warga akibat salah satu fiturnya, yakni Google Street View diangapp mengganggu kenyamanan dan privasi mereka. Google Street View dituding karena aksinya yang secara bebas mengambil foto-foto jalanan, orang-orang dan kendaraan-kendaraan yang melintasi Inggris, kemudian mempostingnya.
Seperti tak mau masalah berlarut-larut, Google pun menanggapi hal ini dengan menganjurkan pada siapapun yang merasa kurang nyaman untuk mengetes dan menyapu foto mereka dari fitur ini, demikian yang dikutip dari ITPortal, Selasa (24/3/2009).
Negara Inggris sendiri memiliki CCTV yang tersebar di seluruh pelosok dengan jumlah yang cukup banyak yakni 5 juta unit. Ia meraih ratio tertinggi untuk jumlah CCTV per seribu penduduknya.
Gambar Ular Sepanjang 100 Kaki di Kalimantan
Penduduk desa yang tinggal di sepanjang sungai Baleh di Borneo (Kalimantan) merasa yakin bahwa makhluk mitos yang disebut Nabau berkepala naga dan memiliki tujuh lubang hidung dengan panjang 100 kaki telah kembali ke sungai tersebut.
Mengutip Daily Mail, Kamis (19/2) ketakutan warga akan hal itu berdasarkan sejumlah foto yang menampilkan keberadaan ular raksasa yang tengah berenang di sepanjang aliran sungai. Foto-foto tersebut diabadikan oleh seorang anggota tim monitoring bencana banjir saat berada di sebuah helikopter.
Keaslian akan foto-foto tersebut telah menjadi perdebatan yang hangat. Bahkan suratkabar di Kuala Lumpur, New Straits Times meminta para pembaca agar memutuskan sendiri keaslian foto-foto tersebut.
Saat ditunjukkan foto-foto itu, sejumlah warga desa mengklaim pernah melihatnya dan kata mereka itu adalah monster Nabau, seekor monster laut purba yang menurut kepercayaan mereka berubah wujud menjadi berbagai jenis hewan.
Sejumlah orang yang dimintai tanggapannya menepis dugaan bahwa ular itu adalah sebatang balok kayu. “Balok kayu tidak akan bisa meliuk seperti itu, ” ujar seorang warga. Sementara itu, ada yang beranggapan foto-foto tersebut adalah hasil rekayasa komputer.
Yang lainnya menilai itu adalah sisi dalam sungai Baleh yang bewarna cokelat keruh. Apapun tanggapan mereka, penduduk desa merasa yakin bahwa benda yang ada di dalam foto itu meliuk mengikuti aliran sungai.
Sebelumnya di awal tahun ini, para ilmuwan telah menemukan fosil seekor ular besar yang mampu menelan bus (Baca Fenomena Harian Global Edisi Sabtu 14/2) . Monster sepanjang 45 kaki yang diberinama Titanoboa itu sangat besar dengan berat 1,25 ton di hutan tropis Amerika Selatan 60 juta tahun silam, persisnya 5 juta tahun pasca punahnya dinosaurus. (Sumber:Global)

5 Negara Terbesar Pembajak Software
Jakarta - Dari 108 negara yang disurvei International Data Corp (IDC), tercatat ada 67 negara yang tingkat pembajakannya turun dengan kisaran 1-7 persen. Penurunan paling tajam diraih Rusia, sementara 11 negara lainnya tingkat pembajakannya naik. Sisanya tercatat tidak mengalami perubahan (prosentasenya tetap).
Rata-rata tingkat pembajakan secara global meningkat menjadi 38% pada 2007, sementara pada 2006 hanya 35%. Demikian halnya dengan nilai kerugian yang secara global meningkat dari US$ 40 miliar pada 2006 menjadi US$ 48 miliar pada 2007.
Armenia didaulat sebagai negara dengan tingkat pembajakan terbesar dengan prosentase 93%, menyusul Armenia, Bangladesh dan Azerbaijan dengan prosentase 92%. Di lain sisi, negara adidaya Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara yang tingkat pembajakannya paling rendah dengan prosentase 20%.
Berikut daftar lengkap 5 negara pembajak terbesar:
1. Armenia (93%)
2. Bangladesh (92%)
3. Azerbaizan (92%)
4. Moldova (92%)
5. Zimbabwe (91%)
Daftar lengkap 5 negara pembajak terendah:
1. Amerika Serikat (20%)
2. Luxemburg (21%)
3. New Zeland (22%)
4. Jepang (23%)
5. Austria (25%)
Kembaran Barack Obama Asal Indonesia Jadi Berita Dunia

London (ANTARA News) - Dengan senyuman yang menampakkan gigi, kuping yang sedikit besar dan rambut cepak, Ilham Anas dari Indonesia yang mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) keturunan Afro-Amerika, Barrack Hussein Obama Jr, itu menjadi terkenal di dunia.
Stasiun televisi CNN dan juga berbagai media di Inggris menyiarkan kembaran Barack Obama, menyusul munculnya Obamamania di mana-mana setelah acara pelantikan orang nomor satu di Amerika Serikat itu kemarin.
Fotografer yang menjadi kembaran Barack Obama tidak saja menjadi dikenal di Jakarta, tetapi juga
diberitakan dengan dilantiknya presiden kulit hitam pertama AS Selasa waktu Washington DC (Rabu dinihari WIB).
Perusahaan obat di Filipina juga menawarkan Anas dalam acara komersiapl dengan mengenakan jas lengkap, seperti yang dipakai Obama. Selain itu, Anas juga menerima banyak tawaran dari perusahaan di Korea Selatan dan juga Indonesia.
Anas yang berasal dari Jawa Barat dan berusia 34 tahun tampil dalam tayangan "Bukan Empat Mata" di Trans-7, pada Selasa malam bersamaan dengan persiapan acara pelantikkan Obama di Washington.
Kakak laki-laki Anas adalah orang pertama yang mengenali persamaan wajah Anas dengan Barack Obama, dan rekan Anas di majalah remaja yang memintanya berpose dengan mengenakan jas dan dasi serta bendera AS.
Setelah foto diambil dan dikirim ke teman-teman, dunia pun menyadari kesamaan wajah Anas dengan Obama
"Saya sebenarnya seorang pemalu, saya tidak suka menjadi perhatian," ujar Anas seperti yang dikutip AFP.
Bagaimana pun wajahnya yang mirip dengan Presiden AS, sehingga membuat diriya menjadi makin percaya diri.
Barack Obama pernah bersekolah di Jakarta sekitar tahun 1960, dan ia dikenal di sekolah dengan nama Barry.(*)
Gerhana Matahari 26 Januari 2009
Hari Senin, 26 Januari 2009 akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari adalah kejadian alam di siang hari saat bulan melewati/menutupi matahari. Gerhana matahari kali ini merupakan gerhana matahari annular, yaitu ukuran lingkaran bulan terlihat lebih kecil daripada lingkaran matahari, sehingga saat puncak gerhana, matahari akan terlihat sebagai cincin.
Gerhana matahari akan bermula pada pukul 15.20 WIB dan berakhir pada pukul 17.50 WIB, dengan puncak gerhana pada pukul 16.40 WIB. Gerhana ini bisa terlihat di wilayah Indonesia di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat mengamati gerhana ini. Karena gerhana sangat berbahaya bagi mata manusia. Selain itu juga akan terjadi...
pasang air laut diseluruh wilayah Indonesia karena pengaruh gravitasi bulan.
Gerhana ini akan terlihat jelas dipulau Kalimanten, sedangkan diJawa tetap terlihat namun hanay berbentuk cincin yang tidak simetris.
(sumber: http://www.eclipse.org.uk/eclipse/Jakarta_Indonesia.html)
Dalam bentuk animasi, gerhana akan terjadi seperti pada gambar di bawah ini (catatan waktu dalam UTC, tambah 7 jam untuk menjadi WIB).
(sumber: http://www.eclipse.org.uk/eclipse/Jakarta_Indonesia.html)
Menurut simulasi Stellarium, annular/cincin gerhana akan tampak seperti gambar di bawah ini.
Bersiap-siaplah, siapa tahu setelah gerhana anda mempunyai kekuatan super!
Update:
Ternyata gerhana terjadi saat garis edar matahari melalui samudera Atlantik, selatan Afrika, samudera Pasifik dan daratan Indonesia. Titik daratan terbaik untuk melihat gerhana ini di Lampung.

(Info dari http://www.hermit.org/Eclipse/2009-01-26/)
News Flash :Si Pemurung Ketagihan TV
News Flash :Si Pemurung Ketagihan TV
BEIJING- Peneliti Universitas Maryland Amerika Serikat menyatakan orang yang tak bahagia lebih sering menonton televisi daripada orang yang bahagia. Mereka menemukan bahwa waktu menonton televisi orang yang tidak bahagia ternyata 30 persen lebih lama dibandingkan orang yang bahagia.
Penelitian itu dilakukan mulai 1975 sampai 2006 terhadap 30.000 orang dewasa di Amerika. Menurut riset itu, orang yang pemurung lebih suka menonton televisi. Sebaliknya, orang yang gembira lebih aktif dalam pergaulan social.
Orang yang bahagia juga lebih sering berpendapat, suka membaca koran , dan lebih sering mengikuti kegiatan keagamaan. Hasil penelitian itu dinyatakan,
5,1 persen waktu luang orang yang tak bahagia digunakan untuk menonton televisi. Penyebabnya antara lain kurang inisiatif untuk melakukan kegiatan.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa televisi tampaknya telah memberikan hiburan dan kesenangan jangka pendek kepada pemirsanya. Namun, televisi juga menyebabkan ketidaknyamanan jangka panjang.”kata John Robinson, sosiolog di Universitas Maryland.
Studi itu menyatakan, kegiatan menonton televisi telah menyisihkan peluang untuk melakukan aktivitas lain seperti olah raga, menghadiri pesta, dan kegiatan sosialisasi lainnyayang memiliki manfaat psikologis jangka panjang.
Pengaruh Radiasi Handphone
Brisbane – Tampaknya kaum laki-laki yang doyan mengobrol berjam-jam dengan menggunakan telepon seluler (ponsel) perlu berhati-hati. Bisa-bisa mereka akan
Brisbane – Tampaknya kaum laki-laki yang doyan mengobrol berjam-jam dengan menggunakan telepon seluler (ponsel) perlu berhati-hati. Bisa-bisa mereka akan kehilangan kesempatan menjadi seorang ayah. Apa pasal? Ternyata, radiasi yang ditimbulkan ponsel bisa merusak sperma.
Penelitian Universitas Newcastle menemukan bahwa terdapat kerusakan DNA pada sperma yang diakibatkan oleh penggunaan ponsel yang berlebihan. Dalam eksperimennya, para peneliti menggunakan radiasi yang dibuat menyerupai radisi yang dihasilkan ponsel.( Harian Suara Merdeka ).
Sudah saatnya SARJANA KOMPUTER Indonesia GO INTERNATIONAL
Sudah saatnya SARJANA KOMPUTER Indonesia GO INTERNATIONAL
Banyak orang di Indonesia kesulitan mencari kerja, sementara itu katanya di luar negeri banyak lowongan kerja terutama untuk bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi, bidang "high-tech". Betulkah demikian ? dan apa mungkin lulusan Perguruan Tinggi Indonesia bisa bekerja di luar negeri ?
Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI, tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 - 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta.
Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan tersebut sepanjang artikel ini.
Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya ?
Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang
Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.
Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?
Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.
Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.
Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.
Sebagai gambaran kebutuhan tenaga IT di bidang industri di bawah ini dikemukakan dalam konsep blue book yang disusun ITB (lihat www.bhtv.web.id).
Proyeksi Umum Pertumbuhan Industri IT Indonesia (Tabel)
Asumsi 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
Annual Growth 10% 20% 20% 40% 55% 65% 70% 70% 70%
Target Produksi
(Juta $) 500.00 550.00 660.00 792.00 1,108.80 1,718.64 2,835.76 4,820.79 8,195.33
Produktivitas
($/SDM) 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00
Target Total SDM 20,000 22,000 26,400 31,680 44,352 68,745 113,430 192,831 327,813
Tenaga Terampil
IT Specialists 6 4800 5280 6336 7603 10644 16499 27223 46279 78675
IT Professionals 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338
IT Administrators 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113
Tenaga Ahli
IT System Engineer 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338
IT Databases 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225
IT Application
Developer 5 4000 4400 5280 6336 8870 13749 22686 38566 65563
IT Solution
Developer 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225
IT Trainer 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113
Others 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225
Untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang IT dewasa ini diisi oleh tenaga-tenaga lulusan pendidikan tinggi baik dari jurusan teknologi informasi atau jurusan lainnya, sekolah kejurunan dan kursus-kusus di bidang telematika. Perguruan Tinggi di bidang TI atau telematika tampak beraneka ragam baik dari konsentrasi bidang kajian mapun jenjang kelembagaannya. Dilihat dari konsentrsai kajian, terdapat keanekaragaman antara lain, ilmu komputer, teknologi komputer, manajemen informatika, teknik informatika, sistem informasi, komputerisasi akutansi.
Jumlah perguruan Tinggi yang termasuk dalam kategori di atas berdasarkan data Depertemen Pendidikan Nasional, terdapat 476 Perguruan Tinggi (berdasarkan data Depdiknas). Jumlah lulusan di bidang ini, menurut data Depdiknas dari 256 Perguruan Tinggi negeri dan swasta setiap tahun mengasilkan 16.430
Data lain (sumber aptikom)menunjukkan pada saat ini terdapat sekitar 200 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan teknologi informasi untuk jenjang pendidikan sarjana, magister, dan doktoral serta sekitar 300 perguruan tinggi untuk jenjang pendidikan diploma-III dan diploma-IV, yang keseluruhannya menghasilkan kurang lebih 25,000 lulusan setiap tahunnya. Banyak pengamat industri menilai bahwa jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan industri yang sebenarnya, yang dapat mencapai sekitar 500,000 per tahun. Berdasarkan estimasi perencanaan, keberadaan ini baru akan dicapai pada tahun 2020 yaitu pada saat jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia sekitar 6 juta orang per tahun (United Nations, 2002) – dengan asumsi bahwa sekitar 7% mahasiswa mengambil disiplin ilmu teknologi informasi.
Proyeksi Jumlah Mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia 1995-2020
Tipe Perguruan Tinggi 1995 2000 2005 2010 2015 2020
Negeri 500 590 715 850 1010 2020
Swasta 1400 2200 2900 3600 4200 4700
Lain -Lain 400 350 305 250 220 200
Total 2300 3140 3920 4700 5430 6100
Perlu diperhatikan bahwa keseluruhan program studi informatika tersebut merupakan komunitas pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan kelompok yang oleh United Nations diistilahkan sebagai IT Workers atau orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan formal (akademis) terkait dengan bidang teknologi informasi. Sementara itu, program studi lain – seperti ekonomi, manajemen, kedokteran, akuntansi, sastra, hukum, dan lain sebagainya – yang dalam kurikulumnya memperkenalkan pula penggunaan teknologi informasi sebagai penunjang pelaksanaan aktivitas sehari-hari digolongkan sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan ITEnabled Workers.
Upaya pengembangan SDM dari dimensi kualifikasinya diarahkan agar menjadi SDM yang profesional, sehingga pengembangan SDM mengarah pada pengembangan profesi atau berbasis kompetensi. Artinya diperlukan suatu pengembangan kurikulum yang disusun berdasarkan kolaborasi antara muatan lokal dengan muatan internasional, supaya lulusan PTS tersebut memiliki kompetensi yang diperlukan untuk bisa bekerja dan merebut peluang kerja di luar negeri.
Makin banyak perguruan tinggi swasta yang mengembangkan program gelar ganda. Strategi meluncurkan program gelar ganda di beberapa universitas dalam negeri semakin gencar dilakukan. Tak hanya universitas negeri namun juga melibatkan pihak swasta. Strategi ini diterapkan untuk mempersiapkan lulusannya di era perdagangan bebas dan mensejajarkan universitas dalam negeri dengan luar negeri. Program gelar ganda memungkinkan mahasiswa untuk mendapat dua gelar. Satu gelar dari universitas dalam negeri, sedangkan satu lagi dari luar. Adanya pengakuan dari luar negeri ini meningkatkan daya saing mahasiswa atau lulusan. Karena harus diakui, hingga kini lulusan dalam negeri masih dipandang sebelah mata di pasar bebas.
Dibukanya keran perdagangan bebas juga memungkinkan universitas luar negeri membuka cabang di Indonesia. Kompetisi tentu saja akan semakin ketat karena tidak hanya bersaing dengan sesama universitas lokal, para pendatang luar juga harus dihadapi. Kerjasama tersebut pada dasarnya merupakan upaya unversitas untuk diakui di dunia Internasional dan mensejajarkan diri dengan unversitas dari luar negeri. Untuk mendapatkan gelar ganda, mahasiswa bisa mengambil program 2+1, yaitu mengikuti dua tahun pengajaran di dalam negeri dan satu tahun di luar negeri. Atau dengan program 3+0, sehingga para mahasiswa tidak perlu pergi ke luar negeri. Pengajaran diberikan di dalam negeri dengan tenaga pengajar yang dimodifikasi antara lokal dan juga mendatangkan dosen dari luar negeri. Setelah selesai, mahasiswa akan mendapat gelar sarjana bachelor of Computer Science dari luar negeri, serta gelar Sarjana Komputer dari dalam negeri.
Dengan pola inilah, maka PTS dapat menghasilkan Sarjana Komputer Indonesia yang dapat GO International untuk meraih peluang kerja diluar negeri, sehingga akan meningkatkan citra Bangsa Indonesia, tidak hanya sebagai ekportir tenaga PRT akan tetapi juga sebagai exportir tenaga ahli di bidang teknologi informasi.

